ISPU Banyuwangi Terendah di Indonesia, Dampaknya bagi Pariwisata dan Wisatawan.

BANYUWANGIHITS.ID – Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan pencapaian luar biasa dengan menempati posisi terendah di Indonesia, menurut data terbaru yang dirilis oleh platform statistik Databoks per 30 Desember 2025. Prestasi ini menunjukkan kualitas udara di Banyuwangi lebih baik dibandingkan sejumlah kota besar maupun daerah tujuan wisata populer lainnya di tanah air, menjadikannya salah satu daerah dengan udara paling bersih secara nasional.
Keberhasilan meraih posisi teratas dalam indeks kualitas udara ini menjadi nilai tambah strategis bagi sektor pariwisata lokal. Udara yang bersih serta minim polusi diyakini memberikan pengalaman berbeda bagi para wisatawan, terutama mereka yang sehari-harinya hidup di kawasan perkotaan dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi.
Pengalaman itu dialami langsung oleh Avita Fatmalasari, wisatawan asal Sangatta Utara, Kalimantan Timur. Bersama tiga rekannya, Avita merasa sangat terkesan dengan kualitas udara di berbagai destinasi wisata yang dikunjunginya selama berada di Banyuwangi.
“Banyuwangi menjadi destinasi yang sangat menarik bagi kami. Saat berkunjung ke Kawah Ijen dan De Djawatan, kami benar-benar merasakan udara yang bersih dan segar. Ini pengalaman yang luar biasa,” ujar Avita.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melihat capaian ini sebagai langkah sejalan dengan arah pengembangan pariwisata yang tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman wisatawan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, menegaskan bahwa strategi pengembangan pariwisata daerah saat ini difokuskan pada konsep quality tourism dan wellness tourism, yang menekankan keseimbangan antara rekreasi dan kesehatan.
“Kami menawarkan konsep perjalanan yang berorientasi pada pemulihan kesehatan dan kebugaran secara holistik. Lingkungan yang asri dan kualitas udara yang baik menjadi modal utama untuk meningkatkan durasi kunjungan wisatawan,” ujar Taufik, Jum’at (2/1/2026).
Taufik juga menambahkan bahwa keberhasilan menjaga kualitas udara ini tidak lepas dari kesadaran tinggi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Nilai kearifan lokal yang kuat dalam pelestarian hutan, pesisir, serta ruang terbuka hijau menjadi faktor utama dalam mengendalikan polusi di daerah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen mempertahankan prestasi ini melalui kebijakan yang mendorong perlindungan kawasan hijau dan peningkatan fasilitas penunjang pariwisata. Dengan integrasi antara kebersihan lingkungan dan pelayanan profesional, Banyuwangi berharap dapat menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan dan ketenangan para wisatawan. (Redaksi)
