Tutup Iklan X

Polisi Selidiki Kades yang Gelar Hajatan saat PPKM Darurat

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu. (Foto: Irham Banyuwangi Hits)
Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu. (Foto: Irham Banyuwangi Hits)

BANYUWANGI, Banyuwangihits – Polresta Banyuwangi melakukan penyelidikan terkait kasus Kepala Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, yang menggelar hajatan saat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, pada Sabtu (10/7/2021) lalu.

“Kami akan lakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Kami akan kumpulkan informasi-informasi yang berkaitan dengan kegiatan hajatan tersebut,” kata Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu seusai rapat bersama Satgas Covid-19 Banyuwangi.

Rapat dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, dan perwakilan Lanal Banyuwangi.

Sebelumnya viral di media sosial kepala desa Temuguruh Banyuwangi menggelar hajatan resepsi pernikahan anaknya saat PPKM Darurat. Resepsi digelar di balai desa setempat.

Nasrun menjelaskan, sebelumnya dalam Instruksi Mendagri 15/2021 masih membolehkan resepsi maksimal dihadiri 30 orang saat PPKM Darurat. Namun, aturan itu kemudian direvisi sesuai Instruksi Mendagri 19/2021, di mana hajatan pernikahan tidak diperbolehkan.

Revisi tersebut ditandatangai oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada 9 Juli 2021. Adapun revisi instruksi tersebut mulai diberlakukan pada 10-20 Juli 2021.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...